STAR GROUP PEST CONTROL MANAGEMENT

Star Group Profile

NAMA PERUSAHAAN

STAR GROUP

BENTUK PERUSAHAAN

CV

JENIS PEKERJAAN

PEST, RODENT DAN TERMITE CONTROL

NO. TELPON

(021) 5712700, 5712782-5712783

NO. FAKSIMILE

(021) 5736988

E-MAIL

stargrouppest@yahoo.com
denra4fam@yahoo.com

ALAMAT PERUSAHAAN

 JL. DANAU SEKAWI B II/3 PEJOMPONGAN – JAKARTA 10210

PIMPINAN / DIREKTUR

M. ADANG KARTANEGARA

PENANGGUNG JAWAB

M. ADANG KARTENEGARA

NPW

01.314.525.5.077.000

PKP

 01.314.525.5.077.000

NO. & TGL. AKTE PENDIRIAN

45 / 5 – 04 – 1976

NOTARIS

M. SAID TADJOEDIN

NO. & TGL. TDP

09.05.3.90.01301 / 26 JULI 2011

NO. & TGL. SERTIFIKASI (KADIN / SEJENIS)

20201.28992-5 / 24-07-1997

NO. & TGL. SIUP

17.496/19967K/P/09-01/PM/1995 / 16-03-1995

No. Ijin Dinas Kesehatan DKI Jakarta

2129 & 2130 / 2006


Setificates

  1. Bayer, Germany  1991
  2. Zeneca, UK    1993
  3. National Pest Management Association, AS 1994
  4. Ministry of Health, Republic of Indonesia    1976
  5. IPPHAMI, Indonesia   1976
  6. Institute for Medical Research, Malaysia  Diploma in Parasitology and Entomology 1988

 


Courses in Pest Management

  1. Soil Treatment Course, Jakarta 1985
  2. Visiting Bayer AG, Germany, Application of Bayer Pesticides, 1991.
  3. International Conference on Urban Pests, Cambridge (ICUP 1993)
  4. Visiting Zeneca plc, UK 1993.
  5. International Conference FAOMA, Bangkok, Oct 1993.
  6. International Conference on Global Environmental Movement Initiative, Bali, Nov 1993.
  7. National Pest Control Association (NPCA) Conference, Hawaii, 1994.
    Anti-termite microwave system study, USA, 1994.
  8. National Pest Control Association (NPCA) Conference, Orlando, FL-USA, 1995.
  9. High Pressure Wood Treatment Anti-termite System Course, MABI Bidaux  Marc SA, France, 1995

Masalah Klasik Musim hujan

Perubahan cuaca akhir-akhir ini telah memicu penyebaran penyakit demam berdarah dengue,disentri,cikungunya,ashma,dll, juga dapat menyebabkan kerugian material, semua itu disebabkan oleh serangga dan tikus (pengerat ) , adapun serangga ada 2 (dua) jenis :

  1. Serangga terbang ( Flying insect ) nyamuk, lalat, kecoa, ngengat dll.
  2. Serangga merayap ( Crawling insect ) semut, kutu, laba-laba, kelabang, rayap dll.

Menurut sumber data Dinkes ( Dinas kesehatan ) DKI, untuk wilayah DKI Jakarta, 57 kelurahan masuk daftar merah ( rawan), 183 kelurahan berstatus kuning. (Data DISKES 03-03-2009)

Tahun

Penderita

Penderita Meninggal Dunia

2007

31.836

86

2008

28.861

26

2009 s.d Maret     

5.396

13

Data Kasus Demam Berdarah Dengue 2009

Sumber Dinkes DKI Januari s/d  Maret 2009

Wilayah DKI

Penderita

Penderita
Meninggal Dunia

 Jakarta Pusat

573

3

 Jakarta Timur

1.604

5

 Jakarta Selatan

1.588

1

 Jakarta Utara

978

1

Jakarta Barat

653

3


Mulai mewabah digedung-gedung

Tempat-tempat  rawan yang dapat digunakan oleh kecoa Jerman Blatella germanica masuk, bersembunyi, berkembangbiak di dalam bangunan rumah dan restoran yang dapat menyebarkan penyakit.

  1. Masuk melalui / ikut barang-barang bawaan milik tenant, dari luar dalam bentuk nympha dan dewasa + telur
  2. Masuk melalui / ikut barang-barang bawaan milik pengunjung, dari luar dalam bentuk nympha atau dewas.
  3. Bersembunyi dan berkembang biak di receiving area : pada tumpukan barang tidak terpakai, tempat sampah, celah dan retak bangunan.
  4. Bersembunyi dan berkembang di dalam gudang makanan & minuman : di celah tumpukan bahan-bahan, di celah dan retak konstruksi bangunan.
  5. Bersembunyi dan berkembang di dalam gudang barang-barang (bukan makanan & minuman) : di celah tumpukan barang, di celah dan retak konstruksi bangunan.
  6. Bersembunyi dan berkembang di area dapur : di celah dan retak konstruksi bangunan, di celah peralatan dapur seperti celah meja, celah dishwashing equipment, celah lemari, tempat sampah, celah refrigerator dll.
  7. Bersembunyi dan berkembang di area restaurant : di celah dan retak konstruksi bangunan, dicelah peralatan restaurant seperti meja, kursi, lemari, ice machine, mesin hitung, coffee maker dll.
  8. Bersembunyi dan menyebar melalui Trolley barang.
  9. ersembunyi dan berkembang di celah tumpukan barang-barang dagangan di area toko.
  10. Bersembunyi dan berkembang di dalam toilet : di celah dan retak konstruksi bangunan.
  11. Bersembunyi dan berkembang di celah asbak rokok / tempat sampah, celah pot tanaman hias di lobby  dan  koridor.

Berdasarkan pengetahuan dan pengalaman di atas, maka diperlukan peran aktif semua pihak terkait termasuk tenant, pengunjung dan pengelola restoran juga gedung untuk sekurang-kurangnya menjaga sanitasi / kebersihan di dalam dan lingkungan bangunan serta menunjang program pest-management (Pengendalian Hama).


Mulai mewabah dan menyebarkan penyakit.

ikus adalah hewan pengerat yang perkembangbiakannya sangat cepat dan sangat merugiakan manusia, dalam kehidupan sehari-hari tikus sering merusak bahan makanan dan peralatan dirumah, kantor dan juga gudang, dan yang paling membahayakan lagi adalah tikus bisa menularkan berbagai macam penyakit kepada tubuh kita seperti Leptospirosis (penyakit ini sangat berbahaya dan sudah banyak makan kkorban).
Bukan hanya sampai segitu saja tikus merugikan manusia tapi ini juga sangat membahayakan jiwa kita juaga, yaitu sering terjadi pemutusan listrik hubungan pendek (korsluiting), kabel jaringan komputer karena salah satu kabel tersebut dimakan tikus. Oleh Karen itu pengendalian tikus merupakan suatu hal yang sangat penting dan perlu dilakukan.


Hilangnya Investasi karena dimakan rayap

  • Investasi rumah merupakan harapan kita untuk masa depan, tapi untuk saat ini investasi rumah bukan jaminan untuk masa depan karena sekarang ini rayap adalah ancaman utama dalam hal tersebut. Indonesia yang trerletak di daerah katulistiwa selalu beruntung karena kaya akan flara dan fauna tetapi juga harus menanggung resiko berupa hadirnya berbagai jenis serangga hama perussak.Termite atau Rayap (Insecta : Isoptera) adalah hama yang banyak menimbulkan kerusakan bahkan kehancuran pada bangunan di daerah tropis. Hal ini dapat dimengerti mengingat sampai saat ini sebagian besar perumahan dan bangunan gedung di Indonesia yang masih menggunakan kayu sebagai salah satu komponen kayu kontruksi.. Rayap binatang hama yang berbadan kecil tapi akibatnya lebih besar dari infestasi yang kita punya..

Rayap termasuk serangga sosial yang populasinya dari ribuan sampai jutaan dalam satu koloni. Disebut serangga sosial karena mempunya 4 kasta yaitu:

  1. Kasta Pekerja sebagai pencari makanan (Perusak dan Penghancur Kayu)
  2. Kasta Serdadu sebagai Pengaman dan Pelindung Koloni.
  3. Kasta Ratu sebagai Petelur.
  4. Kasta Raja sebagai " Tukang Kawin"

Adapun potensi sasaran serangan rayap adalah benda ang mengandung zat selulosa seperti kayu, kertas dll. Rayap mempunyai berbagai macam cara untuk masuk pada bangunan diantaranya adalah :

  1. Hubungan langsung antara tanah dengan kayu
  2. Melalui retakan-retakan dalam tembok
  3. Membuat saluran tertutup dari tanah (liangkembara/sheltertube)